Langsung ke konten utama

Kesaktian kantong ajaib Doraemon bisa menjual wanita cantik ternyata


Mojokerto - wartajatim.com. Pemilik kos wisata Doraemon OS di Kabupaten Mojokerto, mengaku selama 2 tahun menjalankan bisnis esek-esek dibantu 6 reseller yang bertugas menawarkan kos harian dan prostitusi online melalui grup Facebook.

Reseller tersebut bertugas untuk meluaskan pasar OS. Setelah mendapat pelanggan, reseller kemudian mengalihkan ke WhatsApp untuk transaksi lebih lanjut.


OS mengaku jika kebanyakan cewek bawah umur yang jadi anak buahnya itu datang atas kemauan sendiri juntuk dijual supaya mendapatkan uang

“Banyak dari mereka yang datang sendiri. Mereka sudah jadi wanita panggilan sebelumnya. Saya hanya dapat Rp 50 ribu dari sewa kamar,” jelas OS.

Diberitakan Lensa Indonesia sebelumnya, sebanyak 36 cewek bawah umur rentang usia 14-16 tahun dijual OS mulai dari Rp 250 ribu sampai 1,3 juta.

Sementara Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Farman mengatakan, saat ini kasus tersebut tengah didalami lagi untuk mengungkap korban lainnya.

“Ini akan kami kembangkan, karena 36 (korban) ini kan baru sementara. Kemungkinan korbannya akan bertambah lagi,” ujarnya.

Kombes Farman juga menjelaskan reseller dan 36 korban OS dalam kasus prostitusi online ini tidak diberlakukan pidana karena masih di bawah umur.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) untuk menangani reseller dan 36 korban OS.

“Kami sudah ambil keterangan dan mendatangkan orang tuanya. Kami juga sudah menggandeng LPAI untuk bersama-sama ikut, termasuk harus diapakan yang di bawah umur ini,” pungkasnya. (Red)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resmi Nahkodai Korpus BEM Nusantara 2021-2023, Eko Pratama: Kita Tetap Konsisten Sebagai Mitra Kritis Pemerintah

Jakarta,Wartajatimm.com - Terpilih secara demokratis setelah melalui musyawarah seluruh anggota BEM Nusantara, Eko Pratama BP Presiden Mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) resmi ditetapkan sebagai Koordinator Pusat BEM Se-Nusantara 2021-2022 pada tanggal 12 Maret 2021 yang bertempat di Gedung Bangsal Pancasila Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Dalam agenda temu nasional BEM Nusantara yang di selenggarakan di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dimana dihadiri oleh seluruh Presiden Mahasiswa pimpinan tertinggi masing-masing BEM Universitas perguruan tinggi PTN/PTS dari Sabang sampai Marauke, Secara resmi telah menetapkan Eko Pratama BP, Presiden Mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma sebagai koordinator pusat setelah melalui musyawarah demokratis, antara para calon KORPUS dan anggota temu nasional yang ikut serta dalam pemilihan calon koordinator pusat BEM Nusantara tersebut. Adapun pada saat proses sidang penetapan calon koordinator pusat terkonfirmasi 6 Calon koordinator ...

Kemacetan kembali terjadi....ini alasannya

Surabaya, Wartajatim.com - Lalu lintas arah Jembatan Suramadu Macet Panjang, kemacetan ini terjadi di ruas jalan Jembatan Suramadu arah Madura, bahkan kemacetan tersebut hingga sampai di JL Kedinding depan samsat, Selasa 11 mei 2021 jam 12:00 wib. Penyebab Kemacetan tersebut dikarenakan di pos pantau Suramadu ada kegiatan Penyekatan larangan mudik. Akibat kemacetan ini Puluhan pengendara roda 4 (empat) harus menunggu hingga berjam-jam untuk melintas ke arah Madura. Salah satu pengendara saat di wawancarai mengatakan sudah 40 menit di jalan tersebut dan beliau hendak ke Madura untuk antar Sembako di beberapa tempat di Bangkalan. "Ya lumayan lama mas dan saya rela antri karna sudah kewajiban untuk antar beras Semoga ada solusi yang baik sehingga kemacetan seperti ini terjadi". Ujarnya.

Ada apa dengan Polantas Saat Kemacetan Di Margomulyo

Surabaya, Wartajatim.com - Kesemrawutan dan kemacetan seringkali terjadi diwilayah Margomulyo Permai Surabaya, kemacetan ini terjadi karena tidak adanya petugas Lalu lintas yang seharusnya pihak Polantas ini sigap dalam mengatur kesemrawutan di daerah jalan Margomulyo sehingga tidak amburadul seperti yang terjadi pada Senin 3/5/21. Bisa dibayangkan emosi dari para  pengendara saat terjadi kemacetan, mereka bukan hanya menahan teriknya matahari tapi juga menahan haus karena juga sedang puasa, lain lagi dari pihak yang mempunyai Kewajiban untuk mengatur dan mengurai kemacetan, (Polantas) tidak ada ditempat. Terlihat kemacetan lalu lintas yang cukup panjang di sepanjang jalan Margomulyo Surabaya, antrian pun terlihat mengular sepanjang jalan Margomulyo, tapi tak satupun nampak anggota Polantas yang mengatur apalagi mengurai kemacetan.  Ketika awak media konfirmasi ke pada salah pengendara motor yang bernama iswani mengatakan, kemacetan lalu lintas ini kalau tidak ada yang mengatu...