Langsung ke konten utama

Palaku pembunuhan keji dengan menusuk anus akhirnya tertangkap


Jawa Barat - wartajatim.com. Setelah pelaku Pembunuhan sadis terhadap Weni Tania yang sempat menghebohkan jagad maya karena pelaku menusuk anus korban tertangkap. Terungkap bahwa pelakunya adalah kekasihnya sendiri.

Pelaku bernama Deni alias Japra, ia mengaku cemburu buta mengetahui kekasihnya chattingan dengan pria lain di Facebook saat sedang bersamanya di lokasi kejadian.

"Awalnya pacar abis itu mantan. Dalam keadaan sekarat dia saya tusuk karena cemburu," kata Deni dilansir dari Instagram Polres Garut (8/2/2021).

Sebelum membunuh korban dengan keji, pelaku mengajak korban untuk mengobrol, sempat terjadi adu mulut antara keduanya, hingga akhirnya Deni lepas kontrol karena cemburu, lalu pelaku mencekik korban hingga kemudian terkulai sekarat.

Di saat itulah kemudian pelaku menusukkan bambu ke dalam anus korban hingga akhirnya tewas.

Kapolres Garut AKBP Adi Benny menyebut kalau pelaku Deni tega menghabisi nyawa kekasihnya karena cemburu korban chattingan dengan lelaki lain.

"Pelaku mengira Weni Tania selingkuh dengan pria tersebut," ujar Kapolres Garut AKBP Adi Benny saat menggelar ekspose kasus pembunuhan Weni Tania, Senin pagi (8/2/2021).

Pihak kepolisian menyebut kalau pelaku mengakui perbuatannya dengan menghabisi naywa Weni Tania.

“Tersangka sudah mengakui perbuatannya. Dia membunuh korban dengan cara dicekik kemudian ditusuk,” tambah Benny

Dani dan Weni diketahui menjalin asmara dan telah berlangsung sejak lama.


Sebelumnya, diwartakan korban bernama Weni Tania (21) warga Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan yakni sudah membusuk dan batang bambu menancap di tubuhnya, jenazah weni dimakamkan pada(02/07/2021) (Red)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resmi Nahkodai Korpus BEM Nusantara 2021-2023, Eko Pratama: Kita Tetap Konsisten Sebagai Mitra Kritis Pemerintah

Jakarta,Wartajatimm.com - Terpilih secara demokratis setelah melalui musyawarah seluruh anggota BEM Nusantara, Eko Pratama BP Presiden Mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) resmi ditetapkan sebagai Koordinator Pusat BEM Se-Nusantara 2021-2022 pada tanggal 12 Maret 2021 yang bertempat di Gedung Bangsal Pancasila Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Dalam agenda temu nasional BEM Nusantara yang di selenggarakan di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dimana dihadiri oleh seluruh Presiden Mahasiswa pimpinan tertinggi masing-masing BEM Universitas perguruan tinggi PTN/PTS dari Sabang sampai Marauke, Secara resmi telah menetapkan Eko Pratama BP, Presiden Mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma sebagai koordinator pusat setelah melalui musyawarah demokratis, antara para calon KORPUS dan anggota temu nasional yang ikut serta dalam pemilihan calon koordinator pusat BEM Nusantara tersebut. Adapun pada saat proses sidang penetapan calon koordinator pusat terkonfirmasi 6 Calon koordinator ...

Kemacetan kembali terjadi....ini alasannya

Surabaya, Wartajatim.com - Lalu lintas arah Jembatan Suramadu Macet Panjang, kemacetan ini terjadi di ruas jalan Jembatan Suramadu arah Madura, bahkan kemacetan tersebut hingga sampai di JL Kedinding depan samsat, Selasa 11 mei 2021 jam 12:00 wib. Penyebab Kemacetan tersebut dikarenakan di pos pantau Suramadu ada kegiatan Penyekatan larangan mudik. Akibat kemacetan ini Puluhan pengendara roda 4 (empat) harus menunggu hingga berjam-jam untuk melintas ke arah Madura. Salah satu pengendara saat di wawancarai mengatakan sudah 40 menit di jalan tersebut dan beliau hendak ke Madura untuk antar Sembako di beberapa tempat di Bangkalan. "Ya lumayan lama mas dan saya rela antri karna sudah kewajiban untuk antar beras Semoga ada solusi yang baik sehingga kemacetan seperti ini terjadi". Ujarnya.

Ada apa dengan Polantas Saat Kemacetan Di Margomulyo

Surabaya, Wartajatim.com - Kesemrawutan dan kemacetan seringkali terjadi diwilayah Margomulyo Permai Surabaya, kemacetan ini terjadi karena tidak adanya petugas Lalu lintas yang seharusnya pihak Polantas ini sigap dalam mengatur kesemrawutan di daerah jalan Margomulyo sehingga tidak amburadul seperti yang terjadi pada Senin 3/5/21. Bisa dibayangkan emosi dari para  pengendara saat terjadi kemacetan, mereka bukan hanya menahan teriknya matahari tapi juga menahan haus karena juga sedang puasa, lain lagi dari pihak yang mempunyai Kewajiban untuk mengatur dan mengurai kemacetan, (Polantas) tidak ada ditempat. Terlihat kemacetan lalu lintas yang cukup panjang di sepanjang jalan Margomulyo Surabaya, antrian pun terlihat mengular sepanjang jalan Margomulyo, tapi tak satupun nampak anggota Polantas yang mengatur apalagi mengurai kemacetan.  Ketika awak media konfirmasi ke pada salah pengendara motor yang bernama iswani mengatakan, kemacetan lalu lintas ini kalau tidak ada yang mengatu...