Langsung ke konten utama

Di tangkap Polisi lagi, Ridho Rhoma positif amfetamin


Jakarta - wartajatim.com. Muhammad Ridho Irama atau lebih dikenal dengan Ridho Rhoma kembali diciduk polisi karena narkoba. Dia dinyatakan positif Amfetamin alias ekstasi.

Hal itu dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat dihubungi melali sambungan telepon, dikutip dari detik.com. Minggu (07/02/2021)



"MR positif amfetamin ya. Amfetamin, itu kan ekstasi kan," kata Kombes Pol Yusri Yunus.


Untuk sata ini Yusri Yunus belum bisa banyak berkomentar. Pasalnya, pihak polisi masih melakukan pemeriksaan terhadapa anak raja dangdut Rhoma Irama itu. "Masih jalani dulu," ucapnya.


Namun Yusri Yunus membenarkan penangkapan terhadap penyannyi dangdut tersebut".


"Seperti diketahui, Ridho Rhoma sempatmendekam di penjara selama 10 bulan karena kepemilikan sabu.


Laki-laki kelahiran 14 Januari 1989 itu akhirnya bebas setelah menjalani masa hukumannya pada Kamis (25/01/2018).


Mahkamah Agung (MA) melalui putusan terbarunya memperpanjang hukuman pidana Ridho Rhoma dari 10 bulan ke 1 tahun 6 bulan penjara. Alhasil, Ridho Rhoma kembali di bui pada Jumat (12/07/2019).


Ridho Rhoma menjalani hukuman satu tahun enam bulan penjara di Rutan Kelas I Salemba, Jakarta Pusat. Pemain film Dawai Asmara ini bebas dari hukuman penjara di Rutan Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (08/01/2020).


Entah apa yang merasuki putra raja dangdut tersebut sehingga terus menerus tersandung penyalah gunaan narkotika. (Red)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resmi Nahkodai Korpus BEM Nusantara 2021-2023, Eko Pratama: Kita Tetap Konsisten Sebagai Mitra Kritis Pemerintah

Jakarta,Wartajatimm.com - Terpilih secara demokratis setelah melalui musyawarah seluruh anggota BEM Nusantara, Eko Pratama BP Presiden Mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) resmi ditetapkan sebagai Koordinator Pusat BEM Se-Nusantara 2021-2022 pada tanggal 12 Maret 2021 yang bertempat di Gedung Bangsal Pancasila Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Dalam agenda temu nasional BEM Nusantara yang di selenggarakan di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dimana dihadiri oleh seluruh Presiden Mahasiswa pimpinan tertinggi masing-masing BEM Universitas perguruan tinggi PTN/PTS dari Sabang sampai Marauke, Secara resmi telah menetapkan Eko Pratama BP, Presiden Mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma sebagai koordinator pusat setelah melalui musyawarah demokratis, antara para calon KORPUS dan anggota temu nasional yang ikut serta dalam pemilihan calon koordinator pusat BEM Nusantara tersebut. Adapun pada saat proses sidang penetapan calon koordinator pusat terkonfirmasi 6 Calon koordinator ...

Kemacetan kembali terjadi....ini alasannya

Surabaya, Wartajatim.com - Lalu lintas arah Jembatan Suramadu Macet Panjang, kemacetan ini terjadi di ruas jalan Jembatan Suramadu arah Madura, bahkan kemacetan tersebut hingga sampai di JL Kedinding depan samsat, Selasa 11 mei 2021 jam 12:00 wib. Penyebab Kemacetan tersebut dikarenakan di pos pantau Suramadu ada kegiatan Penyekatan larangan mudik. Akibat kemacetan ini Puluhan pengendara roda 4 (empat) harus menunggu hingga berjam-jam untuk melintas ke arah Madura. Salah satu pengendara saat di wawancarai mengatakan sudah 40 menit di jalan tersebut dan beliau hendak ke Madura untuk antar Sembako di beberapa tempat di Bangkalan. "Ya lumayan lama mas dan saya rela antri karna sudah kewajiban untuk antar beras Semoga ada solusi yang baik sehingga kemacetan seperti ini terjadi". Ujarnya.

Ada apa dengan Polantas Saat Kemacetan Di Margomulyo

Surabaya, Wartajatim.com - Kesemrawutan dan kemacetan seringkali terjadi diwilayah Margomulyo Permai Surabaya, kemacetan ini terjadi karena tidak adanya petugas Lalu lintas yang seharusnya pihak Polantas ini sigap dalam mengatur kesemrawutan di daerah jalan Margomulyo sehingga tidak amburadul seperti yang terjadi pada Senin 3/5/21. Bisa dibayangkan emosi dari para  pengendara saat terjadi kemacetan, mereka bukan hanya menahan teriknya matahari tapi juga menahan haus karena juga sedang puasa, lain lagi dari pihak yang mempunyai Kewajiban untuk mengatur dan mengurai kemacetan, (Polantas) tidak ada ditempat. Terlihat kemacetan lalu lintas yang cukup panjang di sepanjang jalan Margomulyo Surabaya, antrian pun terlihat mengular sepanjang jalan Margomulyo, tapi tak satupun nampak anggota Polantas yang mengatur apalagi mengurai kemacetan.  Ketika awak media konfirmasi ke pada salah pengendara motor yang bernama iswani mengatakan, kemacetan lalu lintas ini kalau tidak ada yang mengatu...